Jl.HS. Ronggo Waluyo, Telukjambe - Karawang

Memaknai Kosa Kata Melalui Bahasa

خطبة الجمعة

كتبها أينور عالم بودي أوطومو

الخطبة الأولى

انّ الحمد لله نحمده و نسستعينه ونستهديه ونشكره ونتوب اليه, ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا, من يهد الله فلامضلّ له ومن يضلل فلاهادي له. وأشهد أن لااله الاّ الله الواحد الأحد الفرد الصّمد الّذي لم يتّخذ صاحبة ولا ولدا, جلّ ربّي لايشبه شيئا ولايشبهه شيء ولايحلّ في شيء ولاينحلّ منه شيء, جلّ ربّي تنزّه عن الأين والكيف والشّكل والصّورة والحدّ والجهة والمكان, ليس كمثله شيء وهو السّميع البصير.

وأشهد أنّ سيّدنا وحبيبينا وعظيمنا وقائدنا وقرّة أعيننا محمّدا عبده ورسوله وصفيّه وحبيبه. الصّلاة والسّلام على سيّدنا محمّد النبيّ الأمّيّ الّذي علّمنا الحضارة وأرشدنا الى مافيه خيرنا وصلاحنا ونجاحنا في الدّنيا والأخرة.

أمّا بعد عباد الله فانّي أوصيكم ونفسي بتقوى الله العليّ القدير القائل في محكم كتابه : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ . (سورة الحشر:18)

 

 

 

Jamaah shalat jumat yang dimuliakan Allah

Tema khutbah pada kesempatan kali ini berbeda dengan tema-tema sebelumnnya, akan tetapi seperti biasanya tema-tema khutbah yang disampaikan berisikan penuh dengan pengetahuan dan faidah-faidah yang penuh dengan makna. Tema khutbah tersebut adalah memaknai kosakata melalui bahasa. Ada beberapa kosakata dalam Bahasa Arab yang sering diucapakan oleh sebagian besar masyarakat, namun kebanyakan mereka belum tentu mengetahui maknanya. Kosakata tersebut adalah;

  1. Mengapa dalam Bahasa Arab dinamakan dengan “القلب” (Kalbu)?
  2. Mengapa dalam Bahasa Arab dinamakan dengan “المال” (Mal)?
  3. Mengapa dalam Bahasa Arab dinamakan dengan “العالم” (Alam)? dan
  4. Mengapa dalam Bahasa Arab dinamakan dengan “الدنيا” (Dunia)?

 

Jamaah shalat jumat yang dirahmati Allah

Ketahuilah yang pertama, dinamakan dengan “القلب” (kalbu/hati) karena kalbu sering mengalami perubahan kondisi dalam setiap saat, bahkan kondisi perubahannya lebih cepat daripada air yang mendidih di dalam bejana. Oleh karena itu, dapat diambil pelajaran pentingnya menjaga kalbu untuk senantiasa selalu konsisten dalam keimanan kepada Allah dan tidak ada keraguan sedikitpun. Allah berfirman dalam surat al-Hujarat ayat 15:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا…

“Hanya saja orang-orang yang beriman adalah mereka yang beriman kepada Allah dan RasulNya, kemudian mereka tidak ada keraguan sedikitipun…”

 

Tentu timbulnya keraguan pasti terjadi di dalam kalbu, oleh karenanya sekali lagi sangatlah penting menjaga kalbu dalam setiap keadaan, karena kalbu adalah pusat dari seluruh anggota tubuh, apabila kalbu baik maka seluruh anggota tubuh pun akan baik, namun sebaliknya apabila rusak maka seluruh anggota tubuh pun akan rusak. Sebagai catatan penting juga keraguan kepada Allah, rasulNya dan agamaNya dapat mengeluarkan seseorang dari keislamannya.

 

Ketahuilah yang kedua, dinamakan dengan “المال” (mal/harta) karena manusia sering condong kepadanya. Oleh karena itu, pentingnya menjaga diri dari harta yang menjerumuskan kepada keharaman karena sebagian manusia terjatuh kepada hal tersebut. Lebih dari itu, sebagian manusia disebabkan harta juga mengakibatkan keluar dari agamanya, sebagai contoh kisah yang terjadi pada Qarun yang hidup pada masa nabi Musa dan terkenal dengan kekayaan hartanya yang berlimpah. Disebutkan bahwa kunci-kunci lemari harta Qarun yang berlimpah sulit untuk dibawa dan dibutuhkan para algojo kuat untuk membawanya. Qarun sendiri telah kufur kepada Allah dikarenakan mengingkari kewajiban zakat dan mengingkari kenabian Musa, disebabkan hal tersebut, Allah menenggelamkan Qarun beserta hartanya yang berilimpah ke dalam isi perut bumi. Maka dapat diketahui dari kisah tersebut sebagai pelajaran bahwa pada hakikatnya, Allah adalah pencipta segala sesuatu yang terjadi, pencipta kebaikan dan keburukan, pencipta rasa condong keimanan seseorang, pencipta ketatatan, kemaksiatan dan kekufuran. Semoga Allah menetapkan rasa condong kita kepada keimanan dan ketaatan.

 

Ketahuliah yang ketiga, dinamakan dengan “العالم” (alam) karena alamat (tanda) adanya Allah, karena secara akal dapat diketahui bahwa setiap pukulan, pasti ada pemukul, setiap tulisan pasti ada penulis, setiap bangunan pasti ada pembangun, setiap perbuatan pasti ada pelakunya, dan lebih-lebih alam ini pasti ada pencipta yaitu Allah yang tidak serupa dengan makhlukNya sama sekali baik dari satu segi maupun semua segi. Allah berfirman dalam surat Ibrohim ayat 10:

 

أَفِي اللَّهِ شَكٌّ

“Tidak ada keraguan adanya Allah”

 

Ayat tersebut memberikan pemahaman bahwa tidak ada keraguan adanya Allah, dan seseorang yang ragu akan adanya Allah maka telah keluar dari agama Islam karena mendustakan firmanNya. Kemudian juga Allah adalah pencipta alam ini yang bersifat baharu dan memiliki permulaan, Dia yang menciptakan alam dari tidak ada menjadi ada, maka status alam adalah makhluk, sedangkan Allah sebagai Khalik (pencipta) yang azali (ada tanpa permulaan) dan abadi (ada tanpa pengakhiran).

 

Ketahuilah yang keempat, dinamakan dengan “الدنيا” (Dunia) karena dekatnya jarak waktu. Artinya dunia jarak waktunya dekat, sementara dan tidak lama. Ini diperkuat dengan perkataan seorang sufi besar bernama as-Syaikh Imam Ahmad ar-Rifai pendiri tarekat rifaiyyah semasa dengan as-Syaikh Abdul Qadir al-Jailani, pendiri tarekat qadiriyah. as-Syaikh Imam Ahmad ar-Rifai mengatakan dalam al-Burhan al-Muayyad:

الدّنيا خائنة كذّابة تضحك على أهلها من مال عنها سلم منها ومن مال اليها بلي فيها, هي كالحيّة لين لمسها قاتل سمّها لذّتها سريعة الزّوال وأيامها تمضي كالخيال, فاشغل نفسك فيها بطاعة الله ولاتغفل عن محاسبة نفسك

“Dunia itu dicirikan sebagai penghianat, pendusta, menertawakan kepada para penghuninya, siapa yang tidak condong kepadanya, maka akan selamat namun sebaliknya siapa yang condong kepadanya maka akan terus menerus diberikan bala. Dunia juga seperti ular, jika dipegang terasa licin, namun bisanya sangat mematikan, kesenangannya hanya bersifat sementara dan hari-hari di dunia amatlah dekat dan terasa cepat. Hari-hari di dunia bagaikan kecepatannya seperti larinya kuda, oleh karena itu sibukkanlah dirimu penuh dengan ketaatan kepada Allah dan janganlah lalai dari muhasabah diri”.

 

Jamaah shalat jumat yang dimuliakan dan dirahmati Allah

Sebagai penutup kesimpulan dari khutbah jumat, seorang muslim yang beriman hidup di dunia yang bersifat sementara ini, hendaklah senantiasa memperteguh keimanan kepada Allah, menjalankan perintah dan menjahui laranganNya, fokus memanfaatkan waktu yang tersisa di dunia dengan sebaik mungkin, dengan cara memperbanyak amal kebaikan di dunia disertai dengan keikhlasan karena Allah sebagai persiapan bekal kelak di akhirat yang dapat menjadi balasan baginya dan mengantarkannya kepada surga, tempat keabadian dan penuh kenikmatan selamanya.

هذا وأستغفر الله لي ولكم

 

الخطبة الثانية

انّ الحمد لله نحمده و نسستعينه ونستهديه ونشكره ونتوب اليه, ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا, من يهد الله فلامضلّ له ومن يضلل فلاهادي له, و الصّلاة والسّلام على سيّدنا محمّد

رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه.

أمّا بعد عباد الله فانّي أوصيكم ونفسي بتقوى الله العليّ القدير فاتقوه.

واعلموا أنّ الله أمركم بأمرعظيم, أمركم بالصّلاة على نبيّه الكريم فقال : إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا . اللّهمّ صلّ على سيّدنا محمّد وعلى ءال سيّدنا محمّد كماصلّيت على سيّدنا ابراهيم وعلى ءال سيّدنا ابراهيم وبارك على سيّدنا محمّد وعلى ءال سيّدنا محمّد كماباركت على سيّدنا ابراهيم وعلى ءال سيّدنا ابراهيم انّك حميد مجيد, يقول الله تعالى : يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ  يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُم بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ. اللهمّ انّا دعوناك فاستجب لنا دعاءنا فاغفر اللّهمّ لنا ذنوبنا واسرافنا في أمرنا اللّهمّ اغفر للمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات ربّنا ءاتنا في الدّنيا حسنة وفي الأخرة حسنة وقناعذاب النّار اللّهمّ اجعلناهداة مهتدين غيرضالّين ولامضلّين اللّهمّ استرعوراتنا وءامن روعاتنا واكفناماأهمّنا وقناشرّ ما نتخوّف.

عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاءذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي, يعظكم لعلّكم تذكّرون. اذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه يزدكم, واستغفروه يغفرلكم واتقوه يجعل لكم من أمركم مخرجا, وأقم الصلاة.