Jl.HS. Ronggo Waluyo, Telukjambe - Karawang

Isra dan Miraj: Kisah dan Hikmah

خطبة الجمعة

كتبها أينور عالم بودي أوطومو

الخطبة الأولى

انّ الحمد لله نحمده و نسستعينه ونستهديه ونشكره ونتوب اليه, ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا, من يهد الله فلامضلّ له ومن يضلل فلاهادي له. وأشهد أن لااله الاّ الله الواحد الأحد الفرد الصّمد الّذي لم يتّخذ صاحبة ولا ولدا, جلّ ربّي لايشبه شيئا ولايشبهه شيء ولايحلّ في شيء ولاينحلّ منه شيء, جلّ ربّي تنزّه عن الأين والكيف والشّكل والصّورة والحدّ والجهة والمكان, ليس كمثله شيء وهو السّميع البصير.

وأشهد أنّ سيّدنا وحبيبينا وعظيمنا وقائدنا وقرّة أعيننا محمّدا عبده ورسوله وصفيّه وحبيبه. الصّلاة والسّلام على سيّدنا محمّد النبيّ الأمّيّ الّذي علّمنا الحضارة وأرشدنا الى مافيه خيرنا وصلاحنا ونجاحنا في الدّنيا والأخرة.

أمّا بعد عباد الله فانّي أوصيكم ونفسي بتقوى الله العليّ القدير القائل في محكم كتابه : سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ 

 

Jamaah shalat jumat yang dirahmati Allah

Beberapa hari lagi di bulan Rajab yang penuh berkah dan dimuliakan ini, kita akan diingatkan dengan salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam, yaitu Isra dan Miraj nabi Muhammad Shallalahu ‘alaihi Wasallam. Oleh karenanya dalam kesempatan khutbah jumat ini, izinkanlah khatib menyampaikan tema khutbah “Isra dan Miraj: Kisah dan Hikmah”.

Jamaah shalat jumat yang diberkahi Allah

Tepat pada tanggal 27 Rajab di malam hari, Muhammad Shallalahu ‘alaihi Wasallam didatangi oleh malaikat Jibril ‘alaihissalam atas perintah Allah taala. Saat itu nabi berada di rumah ummu Hani, di Makkah al-Mukarromah. Malaikat Jibril ‘alaihissalam datang membuka atap rumah tanpa sedikitpun menjatuhkan tanah, batu bangunan rumah atapaun selainnya. Kemudian Jibril ‘alaihissalam membangunkan rasulullah…

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa malaikat Jibril ‘alaihissalam membelah dada nabi Muhammad dan membasuhnya dengan air zam-zam. Kemudian Jibril ‘alahissalam pun membawa bejana emas yang penuh dengan hikmah dan iman, lantas ia menuangkannya di dada nabi Muhammad, dan menutup dadanya kembali.

Dalam hadis rasulullah shallalahu ‘alaihi Wasallam lain juga yang diriwayatkan oleh al-Bayhaqi bahwa malaikat Jibril ‘alaihissalam membawa Buraq saat hendak menjemput nabi Muhammad. Buraq adalah hewan tunggangan berwarna putih, tubuhnya lebih besar dari keledai, dan lebih kecil dari baghal. Kecepatan Buraq sendiri mempunyai kecepatan yang sangat luar biasa, karena sejauh mata Buraq memandang, sejauh itulah melangkah. Disebutkan juga bahwa Buraq kegirangan ketika hendak dinaiki oleh rasulullah shallalahu ‘alaihi Wasallam untuk melakukan perjalanan Isra dan Miraj...

Jamaah shalat jumat yang dimuliakan oleh Allah

Peristiwa Isra, yaitu memperjalankan nabi Muhammad dari Makkah al-Mukarromah ke Masjid al-Aqsa menurut mayoritas para ulama terjadi dengan ruh dan jasad. Maka tidak boleh kita mendustakan peristiwa ini, karena peristiwa tersebut diabadikan dalam al-Quran Surat Isra ayat satu, Allah ta’aala berfirman:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ – ١

Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa kata “سُبْحٰنَ” memberikan penegasan Allah maha suci dari menyerupai makhlukNya sama sekali, baik dari satu segi maupun semua segi.

Kata “اَسْرٰى ” secara bahasa memiliki makna perjalanan yang dilakukan pada malam hari. Sedangkan Miraj, yaitu perjalanan dimulai dari Masjid al-Aqsa hingga ke atas Sidrotul Muntaha, ke atas langit ke tujuh dan kembali lagi ke Makkah setelah melakukan Isra dan Miraj terjadi dalam waktu sepertiga malam saja.

Kata “بِعَبْدِهٖ”  memberikan pemahaman bahwa Allah memuliakan secara khusus dan agung hanya kepada hambaNya, nabi Muhammad.

Kata “لَيْلًا” memberikan pemahaman secara bahasa disertai malam (keterangan waktu) karena menunjukan terjadi peristiwa isra sangat singkat dan sebentar saja.

Kata “الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ” menunjukan kemulian dan kekhususan masjid tersebut seperti dilipatgandakannya pahala jika melakukan shalat di masjid tersebut dibandingkan dengan masjid-masjid lainnya. Selain itu juga letak masjid yang berada di kota Makkah merupakan tanah suci dan mulia, sehingga berburu binatang darat di wilayah tersebut hukumnya haram.

Kata “الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا”  menunjukan letaknya yang jauh dari Masjid al-Haram. Di masjid inilah nabi Muhammad bertemu dengan para nabi, dari mulai nabi Adam dan sesudahnya. Nabi Muhammad didaulat untuk menjadi imam shalat bagi para nabi lainnya. Ini juga sekaligus menjadi bukti, bahwa para nabi memiliki tasahrruf (melakukan tindakan) seizin Allah setelah mereka meninggal dan bisa memberikan manfaat terhadap orang yang Allah kehendaki. Di masjid ini juga mengingatkan kepada kita akan sejarah, bahwa pendiri kedua masjid tersebut (Masjid al-Haram dan Masjid al-Aqsa) adalah nabi Adam ‘alaihissalam. Ia membangun Kabah terlebih dahulu, setelah 40 (empat puluh) tahun kemudian membangun Masjid al-Aqsa.

Kata “بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ” memberikan pemahaman peristiwa Isra terjadi di wilayah Syam (Suriah, Yordania, Palestina dan Libanon) yang diberkahi oleh Allah. Bahkan rasulullah sendiri dalam hadisnya yang diriwayatkan oleh al-Bukhori mendoakan wilayah Syam agar diberkahi dengan doanya “اللهم بارك في شامنا ويمننا”. Syam juga sebagaimana yang kita ketahui, kelak akan dijadikan tempat mahsyar (dikumpulkannya manusia).

Jamaah shalat jumat yang diberkahi dan dimuliakan oleh Allah

 Peristiwa Isra dan Miraj sendiri memberikan kisah dan hikmah. Kisah tersebut berupa keajaiban-keajaiban yang dilihat oleh rasulullah saat Isra, diantaranya:

  1. Rasulullah saat di Bait al-Makqdis menyaksikan dunia menjelma dalam bentuk perempuan tua;
  2. Rasulullah meilihat sesosok makhluk yang menyingkir dari bahu jalan seraya memanggilnya, dia adalah iblis. Iblis sendiri adalah jin muslim pada awalanya, namun ia menjadi kafir karena protes terhadap perintah Allah sebagaiman terdapat pada surat al-Kahfi ayat 50 (lima puluh);
  3. Rasulullah mencium wangi dari makam (kuburan) tukar sisir putri Firaun yang bernama Masyitoh. Kisah Masyitoh mengingatkan kepada kita akan ketegaran iman beliau dalam mempertahankan keislamannya. Bahkan anak-anaknya pun menguatkan sebelum di lemparkan oleh Firaun ke tempat yang di dalamnya terdapat air panas dengan mengatakan “Wahai ibuku, bersabarlah karena siksa akhirat lebih pedih dari siksa dunia, dan janganlah engkau gentar dan mundur, sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran”. Nasib Masyitoh sendiri disiksa oleh Firaun sama seperti anak-anaknya, namun sebelum disiksa ia terlebih dahulu meminta kepadanya agar mengumpulkan tulang-tulangnya dengan anaknya dan dikuburkan. Firaun sendiri menyanggupi kenginan tersebut dan menepati;
  4. Rasulullah melihat sekelompok orang menanam dalam satu hari dan memanennya pada hari berikutnya. Jibril menjelaskan kepada nabi Muhammad bahwa mereka adalah orang-orang yang berjihad di jalan Allah;
  5. Rasulullah melihat orang-orang yang digunting lidah dan bibir mereka dengan gunting yang terbuat dari api. Jibril menjelaskan kepada nabi Muhammad, bahwa mereka adalah para penceramah penyebar fitnah, keburukan, mengajak kepada kesesatan dan kerusakan, penipuan dan khianat;
  6. Rasulullah melihat orang-oranng yang retak dan pecah kepalanya. Jibril menjelasakan kepada nabi Muhammad, bahwa mereka adalah orang-orang yang meninggalkan shalat;
  7. Rasulullah melihat orang-orang memperebutkan daging busuk dan mengabaikan daging bagus. Jibril menjelaskan kepada nabi Muhammad, bahwa mereka adalah orang-orang dari umatmu yang meninggalkan perkara halal dan beralih kepada perkara haram dan keji; dan
  8. Rasulullah melihat orang-orang yang mencakar muka dan dada mereka dengan kukunya yang terbuat dari tembaga. Jibril menjelasakan kepada nabi Muhammad, bahwa mereka adalah orang-orang yang menggunjingkan keburukan orang lain (ghibah).

Sedangkan Miraj dalam al-Quran diabadikan dalam Surat an-Najm ayat 13 (tiga belas) s.d 15 (Lima belas). Tujuan Miraj sendiri adalah memuliakan rasulullah dengan memperlihatkan kepadanya keajaiban-keajaiban alam atas dan mengagungkan kedudukan dan derajatnya. Sedangkan keajaiban-keajaiban yang dilihat, diantaranya:

  1. Rasulullah melihat Malaikat Malik, penjaga neraka;
  2. Rasulullah meliaht al-Bayt al-Makmur; rumah yang dimuliakan. Setiap harinya dimasuki oleh tujuh puluh ribu malaikat dan melakukan shalat di dalamnya, setelah itu keluar dan tidak pernah kembali lagi;
  3. Rasulullah melihat Sidratul Muntaha, yaitu pohon besar yang sangat indah, dikerumuni dengan kupu-kupu dari emas, akarnya dilangit keenam dan menjulang tinggi hingga langit ketujuh. Rasulullah melihatnya di langit ketujuh;
  4. Rasulullah melihat surga dan memasukinya. Surga sendiri terletak di atas langit ketujuh dan terpisah darinya;
  5. ‘Arsy, yaitu makhluk Allah yang paling besar bentuk dan ukurannya. ‘Arsy sendiri seperti ranjang, bersegi empat dan memiliki tiang-tiang yang dipikul oleh empat malaikat, dan pada hari kiamat dipikul oleh delapan malaikat. Di sekeliling ‘Arsy terdapat para malaikat yang tidak seorangpun mengetahui jumlahnya, kecuali Allah;dan
  6. Rasulullah mendengar Kalam Allah yang dzati, azali dan abadi di tempat yang tinggi, di atas Sidratul Muntaha, karena tempat tersebut adalah tempat yang belum pernah seorangpun berbuat maksiat. Rasulullah memahami dari Kalam Allah berupa perintah-perintah Allah yang diwahyukan kepadanya seperti kewajiban shalat lima waktu dan lainnya.

Jamaah shalat jumat yang diberkahi dan dimuliakan oleh Allah

Dari peristiwa Isra dan Miraj yang telah disebutkan sebelumnya, maka hendaklah kita mengambil hikmah pentingnya mengabil ibroh (pelajaran) dari kisah-kisah yang dapat menguatkan dan memperteguh keimanan kita, tentunya marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah, karena itulah sebaik-baik bekal bagi kita yang dapat menyelamatkan kita di dunia dan akhirat.

 

هذا وأستغفر الله لي ولكم

 الخطبة الثانية

انّ الحمد لله نحمده و نسستعينه ونستهديه ونشكره ونتوب اليه, ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا, من يهد الله فلامضلّ له ومن يضلل فلاهادي له, و الصّلاة والسّلام على سيّدنا محمّد

رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه.

أمّا بعد عباد الله فانّي أوصيكم ونفسي بتقوى الله العليّ القدير فاتقوه.

واعلموا أنّ الله أمركم بأمرعظيم, أمركم بالصّلاة على نبيّه الكريم فقال : إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا . اللّهمّ صلّ على سيّدنا محمّد وعلى ءال سيّدنا محمّد كماصلّيت على سيّدنا ابراهيم وعلى ءال سيّدنا ابراهيم وبارك على سيّدنا محمّد وعلى ءال سيّدنا محمّد كماباركت على سيّدنا ابراهيم وعلى ءال سيّدنا ابراهيم انّك حميد مجيد, يقول الله تعالى : يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ  يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُم بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ. اللهمّ انّا دعوناك فاستجب لنا دعاءنا فاغفر اللّهمّ لنا ذنوبنا واسرافنا في أمرنا اللّهمّ اغفر للمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات ربّنا ءاتنا في الدّنيا حسنة وفي الأخرة حسنة وقناعذاب النّار اللّهمّ اجعلناهداة مهتدين غيرضالّين ولامضلّين اللّهمّ استرعوراتنا وءامن روعاتنا واكفناماأهمّنا وقناشرّ ما نتخوّف.

عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاءذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي, يعظكم لعلّكم تذكّرون. اذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه يزدكم, واستغفروه يغفرلكم واتقوه يجعل لكم من أمركم مخرجا, وأقم الصلاة.