Jl.HS. Ronggo Waluyo, Telukjambe - Karawang

Manajemen Strategi Istikamah Dalam Ibadah di Bulan Ramadan

خطبة الجمعة

كتبها أينور عالم بودي أوطومو

الخطبة الأولى

انّ الحمد لله نحمده و نسستعينه ونستهديه ونشكره ونتوب اليه, ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا, من يهد الله فلامضلّ له ومن يضلل فلاهادي له. وأشهد أن لااله الاّ الله الواحد الأحد الفرد الصّمد الّذي لم يتّخذ صاحبة ولا ولدا, جلّ ربّي لايشبه شيئا ولايشبهه شيء ولايحلّ في شيء ولاينحلّ منه شيء, جلّ ربّي تنزّه عن الأين والكيف والشّكل والصّورة والحدّ والجهة والمكان, ليس كمثله شيء وهو السّميع البصير.

وأشهد أنّ سيّدنا وحبيبينا وعظيمنا وقائدنا وقرّة أعيننا محمّدا عبده ورسوله وصفيّه وحبيبه. الصّلاة والسّلام على سيّدنا محمّد النبيّ الأمّيّ الّذي علّمنا الحضارة وأرشدنا الى مافيه خيرنا وصلاحنا ونجاحنا في الدّنيا والأخرة.

أمّا بعد عباد الله فانّي أوصيكم ونفسي بتقوى الله العليّ القدير القائل في محكم كتابه : يآأيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ 

 

Jamaah shalat jumat yang dirahmati Allah

Beberapa hari lagi ke depan, in sha Allah kita akan dipertemukan kembali dengan bulan yang mulia, yaitu bulan Ramadan. Tentunya sebagai seorang muslim yang sejati, marilah kita menyambut bulan tersebut dengan penuh suka cita dan bersyukur kepada Allah dengan mengucap Alhamdulilah dan memanfaatkan hari-harinya dengan sebaik mungkin, agar kelak kita termasuk menjadi hamba-hambaNya yang bertakwa secara paripurna. Bagaimana untuk memanfaatkan hari-hari di bulan Ramadan? maka izinkanlah dalam kesempatan khutbah jumat siang ini, khatib menyampaikan tema khutbah “Manajemen Strategi Istikamah Dalam Ibadah di Bulan Ramadan”.

 

Jamaah shalat jumat yang diberkahi Allah

Puasa Ramadan disyariatkan pada tahun kedua hijriyah, dan rasulullah telah menjalankan puasa tersebut sebanyak sembilan kali dalam hidupnya sebelum wafat karena beliau tinggal di Madinah selama sepuluh tahun. Puasa Ramadan ditegaskan dan diperintahkan oleh Allah dalam al-Quran serta menjadi Ijma (konsensus) para ulama akan kewajiban melaksanakan puasa tersebut. Oleh karenanya kita sebagai hamba Allah, wajib melaksanakan puasa tersebut. Allah Ta’aala berfirman:

يآأيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”

Dalam hadis rasulullah pun disebutkan tentang kewajiban melaksanakan puasa ramadan yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa beliau bersabda:

بني الاسلام على خمس شهادة أن لااله الا الله وأن محمدا رسول الله واقام الصلاة وايتاء الزكاة وحج البيت وصوم رمضان

“Islam dibangun atas lima perkara; Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Muhammad utusanNya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berjahi ke Baitullah dan puasa di bulan Ramadan”.

Jamaah shalat jumat yang dimuliakan oleh Allah

Ramadan adalah bulan yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan dan akhirnya adalah kemerdekaan dari api neraka. Oleh karenanya penting bagi kita selaku muslim dan mukmin memaksimalkan secara total dan tuntas untuk melakukan ketaatan kepada Allah dibulan tersebut dan kita beraharap kepada Allah agar hati kita suci dari kotoran-kotoran seperti maksiat hati dan maksiat anggota tubuh lainnya.

Kehadiran bulan Ramadan, pasti selalu dirindukan oleh orang-orang shaleh, rasulullah sendiri diriwayatkan dalam doanya bermunajat dengan mengucapkan “Ya Allah berkatilah aku pada bulan Rajab dan Syaban dan sampaikanlah aku kepada bulan Ramadan”. Disebutkan juga bahwa kebiasaan para ulama terdahulu selalu berdoa selama enam bulan memohon kepada Allah agar dipertemukan dengan bulan Ramadan, dan enam bulan berikutnya memohon dan berharap agar ibadah mereka di bulan Ramadan dapat diterima oleh Allah Ta’aala. Tradisi rasulullah dan para ulama tersebut memberikan pemahaman dan ibrah kepada kita untuk selalu menghadirkan raja (berharap) dan khauf (menghadirkan rasa takut) kepada Allah setiap saat atas amal yang kita lakukan, termasuk dalam beribadah dan amal kebaikan lainnya.

 

Jamaah shalat jumat yang diberkahi dan dimuliakan oleh Allah

Manajemen sebagai sebuah disiplin ilmu, seni dan profesi amatlah penting dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai individu maupun kumpulan individu yang tergabung dalam organisasi. Al-Quran sendiri memerintakan kepada kita untuk untuk senantiasa bertakwa dan memperhatikan urusan-urusan kehidupan akhirat, artinya dibutuhkan sejak dini perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian dan evaluasi dalam pelaksaanaannya.

Dalam konteks manajemen strategi istikamah dalam ibadah di bulan Ramadan, hendaknya ada beberapa point yang harus diperhatikan, yaitu:

Pertama, Istikamah memiliki arti”  “لزوم طاعة الله  yaitu konsisten dan terus-menerus melakukan ketaatan kepada Allah. Atas dasar itu dibutuhkan perencanaan ibadah yang matang, tepat dan sesuai dengan kemampuan kita. Tentunya kita harus mengutamakan perencanaan ibadah yang wajib terdahulu baru kemudian diteruskan dengan ibadah sunnah, meskipun hanya melakukan satu ibadah sunnah. Orang yang berhasil istikamah dalam ketaatan kepada Allah, maka Surgalah tempatnya kelak di akhirat. Allah Ta’aala berfirman:

انَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu”.

Pada potongan ayat “ ثم اسْتَقَامُوْا” Ibnu ‘Abbas menafsirkan “Mereka konsisten dalam menjalankan kewajiban”

Kedua, dalam pelaksanaan ibadah Ramadan, hendaknya dilakukan dengan strategi yang efektif dan efesien, yaitu dengan cara melaksanakan ibadah secara sedang-sedang, tidak berlebihan dan berdasarkan ilmu. Hal tersebut didasarkan hadis rasulullah yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan lainnya beliau bersabda:

يآيها الناس عليكم من الأعمال ما تطيقون فان الله لا يمل حتى تملوا وان أحب الأعمال الى الله مادووم عليه وان قل

“Wahai orang-orang, lakukanlah amal yang kalian mampu kerjakan secara istikamah (tanpa ada bahaya), sungguh Allah tidak akan memutus dan menghentikan balasan pahala, karunia dan rahmatNya hingga kalian menghentikan amal kalian dan sesungguhnya amal yang paling dicintai oleh Allah adalah amal yang dilakukan secara istikamah meskipun sedikit”.

Dari hadis nabi tersebut dapat memberikan pemahaman bawah pentingnya bersedang-sedang dalam ibadah balik shalat, maupun amal kebaikan lainnya. Kemudian juga penting ibadah tersebut didasarkan atas ilmu, bukan hanya semata semata mengandalkan semangat yang tinggi dalam melaksanakannya namun kosong dalam keilmuannya. Bukankah rasulullah telah mengingatkan dalam hadisnya, beliau bersabda:

رب صائم ليس له من صيامه الا الجوع والعطش

“Betapa banyak orang yang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanaya kecuali hanya lapar dan haus”.

Ketiga, dalam pengorganisasian, ketika point pertama dan kedua terpenuhi, dalam konteks istikamah dalam ibadah di bulan Ramadan, maka seorang muslim akan melaksanakan hak dan kewajiban sebagai seorang hamba Allah yang bertakwa sehingga berdampak pada diri dan organisasinya menjadi pribadi yang shalih secara individu maupun sosial.

Keempat, kita harus senantiasa mengawasi diri kita dan tekun mengevaluasi dalam setiap ibadah dan amal-amal kebaikan yang dilakukan. Artinya sebagai seorang muslim harus selalu bermuhasabah diri dari setiap apa yang dilakukan, khususnya dalam menyangkut urusan kehidupan akhirat karena Allah memerintahkan hal tersebut dalam surat al-Hasyr ayat 18:

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaknya setiap orang memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui (secara teliti) apa yang kamu kerjakan”.

 

Jamaah shalat jumat yang diberkahi dan dimuliakan oleh Allah

Sebagai penutup, semoga Allah Ta’aala mempertemukan kita dengan bulan Ramadan di tahun ini dan kita dapat memaksimalkan setiap detik, menit, hari-hari di dalamnya untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah, karena pada hakikatnya kita diciptakan olehNya dan akan kembali kepadaNya dengan bekal yang terbaik yang kita miliki, yaitu takwa. Semoga Allah kelak menutup usia kita dengan khusnul khatimah dan kita dapat meninggalkan kesan yang terbaik dan terindah bagi keluarga, masyarakat dan organisasi yang kita tekuni dan jalani, sehingga  dengan kepergian kita kelak, mereka akan selalu mengingat dan mendoakan kita sepanjang waktu.

هذا وأستغفر الله لي ولكم

 

 الخطبة الثانية

انّ الحمد لله نحمده و نسستعينه ونستهديه ونشكره ونتوب اليه, ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا, من يهد الله فلامضلّ له ومن يضلل فلاهادي له, و الصّلاة والسّلام على سيّدنا محمّد

رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه.

أمّا بعد عباد الله فانّي أوصيكم ونفسي بتقوى الله العليّ القدير فاتقوه.

واعلموا أنّ الله أمركم بأمرعظيم, أمركم بالصّلاة على نبيّه الكريم فقال : إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا . اللّهمّ صلّ على سيّدنا محمّد وعلى ءال سيّدنا محمّد كماصلّيت على سيّدنا ابراهيم وعلى ءال سيّدنا ابراهيم وبارك على سيّدنا محمّد وعلى ءال سيّدنا محمّد كماباركت على سيّدنا ابراهيم وعلى ءال سيّدنا ابراهيم انّك حميد مجيد, يقول الله تعالى : يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ  يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُم بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ. اللهمّ انّا دعوناك فاستجب لنا دعاءنا فاغفر اللّهمّ لنا ذنوبنا واسرافنا في أمرنا اللّهمّ اغفر للمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات ربّنا ءاتنا في الدّنيا حسنة وفي الأخرة حسنة وقناعذاب النّار اللّهمّ اجعلناهداة مهتدين غيرضالّين ولامضلّين اللّهمّ استرعوراتنا وءامن روعاتنا واكفناماأهمّنا وقناشرّ ما نتخوّف.

عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاءذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي, يعظكم لعلّكم تذكّرون. اذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه يزدكم, واستغفروه يغفرلكم واتقوه يجعل لكم من أمركم مخرجا, وأقم الصلاة.